Si Buta Dadaha
Leni Siti Syamsiah
Hitam pekat teduh
Menyelimuti badannya
yang lusuh
Berjalan dipapah sang
pengasuh
Sembari menggembol alat
karaoke yang kumuh
Suaranya syahdu
Menggetarkan seluruh nadiku
Membuatku menganga
Menyaksikan aksi si buta dadaha
Ia terus berdendang
Melantunkan nada riang
Berharap kan ada
penghargaan
Demi sesuap sarapan
Namun, semua orang langsung tuli dan buta
Tak melirik bahkan menutup mata
Hati yang tertutup tanpa cahaya
Memandangnya sebelah mata
Lelah jiwa melangkah
dalam gelap
Tak menyulutkan kobaran
api di dadanya
Ia terus mendendangkan
nada
Demi kebutuhan keluarga